Pemandu Mengganggu Komodo Dragon Untuk Masuk Daftar Hitam
Pemandu Mengganggu Komodo Dragon Untuk Masuk Daftar Hitam
Baca juga info : kursus bahasa
inggris
Pemandu wisata dan wisatawan yang mengganggu Komodo yang terancam punah (Varanus komodoensis), dan merusak habitatnya, akan masuk daftar hitam dan dilarang memasuki zona konservasi. Budi Kurniawan, kepala Taman Nasional Komodo (TNK) mengatakan bahwa petugasnya telah memperingatkan beberapa pemandu wisata yang melanggar lisensi mereka dengan membawa wisatawan untuk bermain dengan spesies yang dilindungi secara tidak pantas.
Jika pemandu wisata ini melakukan kesalahan serupa terhadap Komodo Dragon, lisensinya akan segera dicabut, kepala taman nasional menekankan.
Jika pemandu wisata ini melakukan kesalahan serupa terhadap Komodo Dragon, lisensinya akan segera dicabut, kepala taman nasional menekankan.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
"Selain pemandu wisata, kami juga telah memperingatkan beberapa pemilik perahu dan operator tur. Jika orang-orang ini melanggar lisensi mereka untuk kedua kalinya, mereka akan secara permanen dilarang beroperasi di Taman Nasional Komodo," kata Kurniawan kepada Antara di Kupang, Senin.
Beberapa pemandu tertangkap membawa turis untuk "bermain dengan Komodo Dragon" dengan berbahaya. Tindakan mereka dilarang di habitat utama hewan di Pulau Nusa Kabe dan di sisi selatan Pulau Rinca.
Beberapa pemandu tertangkap membawa turis untuk "bermain dengan Komodo Dragon" dengan berbahaya. Tindakan mereka dilarang di habitat utama hewan di Pulau Nusa Kabe dan di sisi selatan Pulau Rinca.
Setelah insiden yang tercatat menjadi viral, Taman Nasional Komodo segera memanggil pemandu wisata untuk klarifikasi dan penyelidikan. "Pemandu wisata ini telah mengakui kesalahan mereka terhadap hewan itu, dan telah menandatangani pernyataan bahwa mereka tidak akan melakukan tindakan serupa lagi," tambahnya.
Lebih jauh, Kurniawan menjelaskan bahwa larangan berinteraksi atau bermain dengan Komodo Dragon diterapkan kepada semua operator, pemilik perahu, pemandu wisata, dan wisatawan. Semua pengunjung harus mendapatkan izin dari Otoritas Taman Nasional Komodo sebelum melakukan kegiatan apa pun di habitat utama hewan.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Karena itu, setelah insiden itu, agensi akan merilis peta panduan habitat Komodo Dragon bagi wisatawan. Peta akan menentukan area mana yang dibuka untuk umum, serta zona terlarang.
"Minggu depan, kami akan meluncurkan peta panduan untuk mencegah insiden serupa terjadi," katanya.
Badan itu juga akan menampilkan tanda peringatan bagi wisatawan untuk tidak mendekati habitat tanpa pengawasan. "Kami akan terus mengawasi kegiatan wisata di habitat hewan itu," katanya.
Setelah kejadian itu, Abed Frans, kepala Asosiasi Tur dan Agen Perjalanan Indonesia (ASITA) dari Dinas Nusa Tenggara Timur, telah mengecam tindakan pemandu wisata itu kepada hewan itu. "Sebagai asosiasi agen perjalanan dan perjalanan, kami menyesalkan perilaku tidak sensitif pemandu wisata," kata Frans.
Dalam video viral itu, beberapa pemandu terlihat membawa beberapa turis dengan perahu ke sebuah pulau yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo. Pada video tersebut, Komodo Dragons terlihat berenang ke arah perahu, dan pemandu berusaha mengusir hewan itu dengan tongkat kayu.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Setelah pertemuan itu, hewan-hewan itu kembali berenang ke pulau.
Taman Nasional Komodo terletak di Pulau Komodo, dan Pulau Rinca yang berdekatan dan Pulau Nusa Kabe. Pulau-pulau ini merupakan bagian dari tempat menyelam dan rute berlayar bagi wisatawan di Nusa Tenggara Timur.
Komentar
Posting Komentar