Fenomena "Halo"menyaksikan di Yogyakarta

Fenomena "Halo"menyaksikan di Yogyakarta



Fenomena alam matahari yang dikelilingi oleh bola, seperti cincin yang terlihat di langit Yogyakarta pada hari Selasa. Fenomena ini biasa disebut "halo, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mencatat.

"Fenomena optik dari lingkaran cahaya di sekitar matahari adalah karena pembiasan sinar matahari oleh awan tinggi," Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono mengatakan di sini pada hari Selasa.



Menurut Budiono, awan yang membiaskan sinar matahari adalah awan cirrus yang berada pada ketinggian enam ribu meter di atas permukaan bumi. Awan cirrus ini memiliki partikel dingin dan biasanya merupakan kristal es yang nyata.

"Ini awan cirrus super-dingin membiaskan cahaya matahari untuk membentuk cincin yang mengelilingi matahari," katanya.

Baca juga info : daftar kursus inggris pare

Dia mencatat bahwa tidak semua orang dapat menyaksikan fenomena tersebut.

"Mungkin hanya sebagian orang yang bisa menyaksikan fenomena halo ini di Yogyakarta," tambahnya.

Fenomena halo yang diamati pada pukul 10 pagi waktu setempat adalah peristiwa biasa yang mirip dengan pelangi dan bukan tanda bencana, seperti gempa bumi.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik atau dipengaruhi oleh mitos atau informasi yang menyesatkan terkait dengan fenomena tersebut.

"Biasanya, setelah matahari bersinar dan memanaskan partikel air super dingin di awan cirrus, fenomena itu menghilang," katanya.

Baca juga info : kursus bahasa inggris

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandu Mengganggu Komodo Dragon Untuk Masuk Daftar Hitam

Salman Khan

Wakapolri Ingin Masjid Semakin Menjadi Pusat Peradaban